Bismillahirrohmaanirrohiim....

Pengertian Kalimah Thoyyibah secara bahasa adalah perkataan yang baik. Dalam Islam, Kalimat thayyibah adalah setiap ucapan yang mengandung kebenaran dan kebajikan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Serta mengandung aneka perbuatan ma'ruf dan pencegahan dari perbuatan munkar (Tafsir Depag V/ 182-183 dan Tafsir Wa Bayan Al-Qur'an oleh Dr. M. Hasan Al-Hamsy hal.258).

Dalam QS Ibrahim ayat 24 Allah berfirman : Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh, cabangnya menjulang ke langit.

kalimat thoyyibah bagaikan pohon yang baik, yang akarnya kokoh menghujam ke dalam bumi, dan cabangnya menjulang ke langit. Artinya, bahwa kalimah yang baik adalah kalimat yang terpatri di dalam hati sehingga membuat keyakinan dan keimanan menjadi lebih teguh dan tentram.

Ibnu Abbas dalam tafsirnya mengatakan bahwa pohon yang baik adalah gambaran pribadi yang baik, muslim yang muchlis, yang melahirkan maslahah dan selalu menjadi teladan di lingkungannya.

Contoh-contoh kalimat yang baik adalah kalimat tauhid, Laa ilaha ilallah... di dalam Al quran, kalimat ini diulang sampai 80 kali.Itu berarti, kalimat ini mengandung makna yang dalam.

Perlu diketahui, ucapan yang baik, sangat dipengaruhi oleh pribadi dan keimanan kita. Dalam hal ini, hati sangat mendominasi. Kalau hati kita baik, maka yang keluar dari lisan kita, tindak tanduk kita adalah sesuatu yang baik. Juga sebaliknya, kalau hati kita dipenuhi dengan hasad dan kedengkian atau segala macam yang mengotori hati, maka yang keluar adalah kata-kata dan tindak tanduk maksiat.

Ketika kalimat yang baik diucapkan, yang mendengarnya pun akan senang. Dakwah Rasulullah tidak akan sampai kepada ummat hingga di jaman sekarang ini jika tidak menggunakan kalimat yang baik dengan hikmah..

Copasan dari email di milist :

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap Astagfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut
4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap La haula wala quwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak
terpisah dari lidahnya dari tafsir hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-
mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.


Wallahu'alam...

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alaa ilaaha ila anta astaghfiruka wa atubu ilaik....
1

Lihat komentar

    Memuat